Showing posts with label AIESEC. Show all posts
Showing posts with label AIESEC. Show all posts

Sunday, 8 January 2012

Chaing Kai-Shek Memorial Hall #37

Sabtu, 7 Januari 2012
Hibernasi yang sesungguhnya. Kami bangun pukul 10an. Saya bergegas siap-siap karena saya sudah rencanakan hari ini untuk pergi ke Memorial Hall. Saya paksakan diri karena saya tidak ingin menghabiskan seluruh weekend saya dengan hanya tinggal di rumah. Minggu sudah pasti saya tidak akan kemana-mana, karena teman sekamar saya bernagkat ke gereja. Saya tahu hari ini dia malas sekali untuk pergi, tetapi mengingat hal tersebut, saya akhirnya paksa dia untuk mau keluar rumah dengan iming-iming matahari. Yaa.. Sulit sekali mendapat sinar matahari di bulan Januari. Membuat malas untuk keluar rumah. Tapi hari ini, untungnya ada matahari walaupun tidak secerah di bulan Desember. Akhirnya kami berangkat menuju Memorial Hall sekitar jam 2 siang dari rumah.

Sedikit lebih berbeda hari ini. Yaa.. Saya pergi bersama orang yang terpaksa pergi. Yap. Mulai dari sini, saya berpikir, saya tidak akan memaksa dia lagi. Cukup hari ini saja yang pertama dan terakhir. Tidak enak pergi dengan rasa tidak ikhlas. Tapi yaa.. setidaknya dia mau menikmati perjalanan ini pada akhirnya. Apalagi di saat berada di Taipei Main Station, secara tidak sengaja kami bertemu dengan Katie, EP dari projek lain yang baru saja bertemu beberapa hari yang lalu, dan juga temannya Moon-Moon dari Malaysia. Kami sempat mengobrol sampai akhirnya kami berpisah di jalur MRT Tamsui. Mereka pergi menuju Tamsui, dan kami menuju CKS Memorial Hall.

Sesampainya di Memorial Hall, kami terkagum-kagum melihat besar dan megahnya bangunan tersebut. Yaa.. Bangunannya sangat Beijing sekali. Dahulunya ini memang milik Beijing, katanya. Kami berfoto-foto menikmati keindahan halaman bangunan raksasa itu.








Setelah usai berfoto-foto di luar, kami mengambil arah jalan pulang di belakang. Ternyata, jalur itu mengarah kepada exhibition area, tepat di bawah tanah gedung raksasa utama. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk dengan niat berteduh dan mencari kehangatan di dalam ruangan. Ternyata ruangan raksasa di dalam itu adalah museum tempat penyimpanan barang-barang dan juga cerita semasa kehidupan sang mantan presiden Chiang Kai-Shek ini. Sungguh mewah dekorasi bangunannya. Dan sungguh sempurnanya para Taiwanese ini mengemas jejak-jejak kehidupan sang Chiang Kai-Shek dengan begitu apik dan komplit.













Exchange-Life Experience #37

Jumat, 6 Januari 2012
Hari ini pergi ke sekolah dengan tangan dan pikiran hampa. Nothing to do. Sekolah sudah usah. Pergi ke kantor hanya untuk formalitas saja. Yaa.. Setidaknya di kantor saya masih bisa berinternet ria. Dari jam 8 sampai jam 11 pagi, saya habiskan waktu saya dengan mendownload banyak film; Glee 4 episod, dan juga Real-steel dan lain-lain.

Saat mendownload, saya baru sadar kalau koneksi internet di kantor itu cepat sekali. Speed-nya hampir 6 MB, malah untuk mendownload materi sekolah di youtube, saya bisa mendownload file dengan ukuran 20 MB hanya dengan 2 detik saja. Luar biasa Taiwan ini.

Setelah mendownload, saya sempatkan untuk bermain bersama anak-anak yang memang selalu datang ke kantor di tiap jam-jam istirahat mereka. Dari sini saya sadar. Saya rindu mengajar. Minggu depan saya akan benar-benar berpisah dengan mereka :(

Hari ini hujan belum juga reda. Dari dini hari sampai malam hari. Sangat dingin dan kaku. Rencana saya yang tadinya akan berangkat ke Shilin Night Market digagalkan. Saya sudah pernah merasakan jalan-jalan di saat hujan. Pada waktu itu saya berangkat ke Shitan Night Market. Demi apapun juga, jalan-jalan di saat hujan itu sangat menyiksa. Apalagi pergi ke Night Market. Maka, kami putuskan malm itu untuk tetap tinggal di rumah.

Saya habiskan malam hari saya dengan bernyanyi di lantai dua. Saya berniat mengupload suara saya pada malam itu. Tapi saya tidak pernah merasa puas. Suara saya selalu gagal. Dan teman sekamar saya, Anh, Ia habiskan malam harinya menonton film komedi Vietnam di youtube. Dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Akhirnya kami tidur.

Tidak ada perbincangan sebelum tidur. Saya hanya mengingatkan teman saya untuk bersiap-siap esok hari untuk pergi ke Memorial Hall.

Friday, 6 January 2012

Exchange-Life Experience #36

Kamis, 5 Januari 2012
Hari ini sangat tidak baik. Jadwal mengajar saya hanya satu kelas hari ini. Saya mengajar 2 period di kelas 5 level high. Tapi hasilnya tidak memuaskan. Hari ini saya menggunkan materi yang baru saja saya gunakan kemarin di kelas 4 level high, yaitu mengenai birthday party. Karena saya rasa, materi mengenai birthday party kemarin itu sedikit kurang memuaskan karena para murid tidak bisa menemukan banyak kata yang tersembunyi dibalik acak-kata yang saya berikan di worksheet.

Kelas berjalan dengan baik saat saya menyuruh mereka untuk menghapal vocabulary satu-per-satu, hingga pada akhirnya saya menyuruh mereka mengerjakan worksheet. Saya mengijinkan mereka untuk saling bertanya kepada temannya, tapi keadaan kelas malah jadi amburadul. Dan keadaan makin sungkan saat sang guru di kelas sebelah yang mungkin menyadari bahwa materi ini baru saja dipakai di kelasnya kemarin. Saat saya berjalan ke belakang, sang guru pemilik kelas yang saya ajarkan berkata "kamu baik-baik saja mereka membuat kebisingan di kelas?". Saya hanya menjawab "tak apa, mereka sedang diskusi". Jawaban yang menyakitkan adalah "kamu yakin? mereka bukan sedang berdiskusi. Mereka sedang mengobrol". Dari situ, keadaan kelas semakin dan semakin sungkan. Saya pun tidak menikmati penguasaan panggung kelas. Saya kaku. Dan mungkin para murid tidak menikmati hidangan pelajaran yang saya berikan. Oke. Saya tidak baik hari ini.

Saya merasa bersalah kepada kedua guru tersebut, Rachel dan Carrie. Kepada Rachel, saya merasa bersalah karena sudah menggunakan materi yang saya telah ajarkan di kelas dia. Kepada Carrie, saya merasa bersalah karena sudah menggunakan materi bekas Rachel dan membiarkan keadaan kelas sangat berantakan. Untuk menebus kesalah saya, saya meminta kepada Rachel dan Carrie untuk mengijinkan saya masuk ke kelas yang kosong di minggu terakhir saya disini untuk mengajarkan materi mengenai kebudayaan Indonesia. Saya ingin bermain bersama mereka. Semoga dengan itu, saya bisa merubah segalanya menjadi baik. Yaa.. Saya ingin memiliki happy ending di sekolah tercinta ini.

Keadaan yang tidak baik pun ditambah ketika saya menyadari bahwa gatal-gatal yang saya alami ini semakin memburuk. Yaa.. Ini memang karena faktor winter atau udara yang tidak bersahabat dengan keadaan kulit saya. Tapi yang saya khawatirkan, saat si suster di Nurse Room di sekolah ini pertama menyarankan untuk menggunakan lotion yang biasa minggu lalu, gatal-gatal ini akan cepat hilang. Karena hanya butuh pelembab. Tapi nyatanya, gatal-gatal ini semakin memburuk. Saya tidak bisa tidur karena gatal. Oleh karena itu, saya beranikan untuk datang lagi ke ruang Nuerse Room untuk mengecek. Si suster mengatakan hal ini sudah sedikit serius. Saya lalu meninggalkan ruangn karena percuma. Saya dan dia hanya bisa berkomunikasi dalam body language. Chui Nee sibuk, sehingga saya tidak bisa membawa dia sebagai translator. Pada jam Taking A Nap, saya datang ke ruangan Candy karena Rachel dan Carrie sedang tidur. Setidaknya Candy bisa menenangkan. Saat jam Taking A Nap selesai, saya ke ruangan Rachel. Rachel membawa saya ke Nurse Room dan mereka berbincang sehingga memutuskan untuk membawa saya ke dokter. Jam 4 sore setelah sekolah bubar, supervisor saya, Tom, dan Rachel membawa saya ke dokter. Ya.. Memang faktor suhu. Saya tidak seharusnya membiarkan kulit saya kering. Saya diberi obat untuk meringankan gatal-gatal dan perih ini. Nanti saat kulit saya sudah pulih, saya harus rajin-rajin membalur dengan lotion biasa sebagai mosturizer. Biaya pengobatannya sekitar 400 NTD atau 120.000 rupiah. Mereka membayarkannya untuk saya. Terima kasih =)

Sesampainya di kamar, saya mulai menjelajahi dunia maya. Saat saya mengaktifkan Skype, betapa terkejutnya saya melihat si 'dia' memulai pembicaraan duluan. Tadinya saya menunggu chat berikutnya, tetapi  dia tidak juga melanjutkan pembicaraan, hingga pada akhirnya saya membuka tab Skype saya. Dan  ternyata dia telah menuliskannya panjang lebar untuk saya. Hmm.. Berita buruk. Dia mengatakan bahwa sekolahnya berubah pikiran untuk mengijinkan saya tinggal disitu. Saya tidak tahu apa alasannya, karena pada saat saya bertanya balik, dia tidak mebalas chat saya. Saya tidak tahu ada apa sebenarnya dengan dia. Apa hal itu benar-benar datang dari sekolah atau memang dia yang menginginkannya. Tapi saya hanya bisa berpositif thinking karena pada kenyataannnya saya pun tahu bahwa dia telah menyiapkan seluruhnya untuk tempat tinggal saya dan ekspresi dia pun selalu senang jika membahas hal ini. Sudahlah.. Ya mungkin beginilah Asia. Meskipun hal ini sudah umum di kalangan para exchange participant untuk tinggal satu atap, tapi tetap saja agak sedikit sungkan meskipun kita berbeda kamar dan berbeda tujuan hidup. Sekarang saya mulai kembali mengatur jadwal saya. Mungkin pada akhirnya saya akan merubah jadwal penerbangan saya. Mungkin itu satu-satunya jalan.

Tidur nyenyak. Hanya bisa berharap bahwa esok akan lebih baik. Amin.

Thursday, 5 January 2012

Me and Banqiao

Setelah selesai makan-makan dan ngemil-ngemil-ngemil cantik di Madam Rose, saya bertiga tidak langsung pulang. Setelah kita menyadari bahwa Banqiao tempat dimana kami makan-makan itu sangat indah, kami sempatkan untuk sekedar jalan-jalan keliling mall yang menyatu dengan restoran tersebut. Nama mall ini adalah Mega City. Mall ini baru saja dibuka sekitar seminggu yang lalu. Dekorasinya sangat indah dan ekslusif. Kami berfoto-foto di mall tersebut.

Kami sempatkan untuk sekedar melihat-lihat harga disana dan betapa kagetnya kami ketika melihat bandrol harga pada Girl's Stuffs. Saya melihat sebuah sweater sederhana dengan tulisan 'Scootie' atau entahlah apa itu namanya, dan harganya adalh 7000 NTD. Ya Tuhan.. Jumlah uangnya tidak jauh beda dengan yang saya bawa ke Taiwan ini. Ckckckc.. Saya pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat barang-barang, seluruhnya, yang ada di mall ini. Oke. kami hanya berkeliling, bukan benar-benar berbelanja :p

Jalan-jalan hari ini kami tutup dengan berfoto di perempatan Mall di Banqiao. sangat indah, meskipun suhu hari dan malam ini adalah 8 derajat Celsius =)








Madam Rose - Farewell Party

Sedikit sedih untuk menyebut Afternoon-Tea hari ini sebagai Farewell Party. Yaa. Tidak terasa saya sudah sebulan lebih mengajar disini. Projek saya akan segera berakhir. Dan saya akan benar-benar berpisah meninggalkan sekolah ini pada tanggal 15 Januari meskipun projek mengajar saya berakhir pada tanggal 6 Januari. Sebenarnya saya akan meninggalkan Taiwan sekitar tanggal 26, atau beberapa hari setelah Chinese New Year. Saya sangat terobsesi ingin melihat akan seperti apa CNY di Taiwan ini. Oleh karena itu saya bela-belaan untuk tinggal lebih lama disini meskipun saya harus mengambil lagi uang di ATM untuk ini. Ya. Saya akan meninggalkan sekolah ini pada tanggal 15, dan dari situ saya akan pindah di asrama teman saya di Wu Lai. Saya ingin merasakan bagaimana hidup di daerah aboriginal. Sebenarnya teman saya ini adalah laki-laki dari Australia bernama Steven Ly. Saya memang agak canggung untuk tinggal disana. Tapi saya sudah kenal baik dengan dia sejak awal bertemu di Taiwan Conference awal minggu saya tinggal disini. Daripada saya harus tinggal sendirian di asrama yang sunyi dan mengerikan ini, meskipun saya harus bayar untuk sehari-harinya saya lebih rela pindah. 

Setelah di minggu pertama saya mengajar di sekolah Yu De Elementary School, kali ini mereka mengajak kita para guru tutor makan-makan lagi di tempat mewah. Kali ini, tempatnya sangat-sangat mewah dan private sekali. Pada minggu pertama, mereka mengajak kita makan di Pumpkin Restaurant. Harganya sekitar 400 NTD untuk setiap orangnya. Kita masing-masing mendapat main dish sebuah steak dan beserta pelengkap-pelengkap lainnya. Tapi disini, kita hanya afternoon-tea. Mencicipi minuman dengan beberapa jenis cakes. Harganya sekitar 800-900 NTD untuk perpaketnya. Dan setiap paketnya bisa dinikmati oleh 2 orang. Meskipun jika dibagi rata, jatah makanan yang kita dapat memang hampir sama harganya. Tapi di restoran yang pertama, dengan harga segitu, kita bisa menikmati hidangan menu utama. Berbeda dengan kali ini, kita hanya ngemil-ngemil santai.

Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari mereka. Saya beruntung sekali ada disini. Mereka sangat melayani kita dengan sangat baik. tempat ini sangat spesial dan juga mewah. Ini adalah pertama kalinya saya makan semewah ini. Sempurna. 

Terima kasih banyak kepada Kepala Sekolah Yu De Elementary School di Shianjia, Shulin District, New Taipei City, Taiwan. Terima kasih kepada para guru dan staf yang telah banyak membantu.

Saya sayang kalian =)











Exchange-Life Experience #35

Rabu, 4 Januari 2012
Saya menyambut hari ini dengan begitu gembira, walaupun sedikit nervous. Rabu ini kembali menjadi hari paling padat. Di Student Activity Center hari ini adalah giliran saya menampilkan sesuatu bersama murid di sekolah ini. Seminggu kebelakang, saya dan kedelapan murid dancing group sudah berlatih. Kami berlatih tiap jam Taking A Nap. Yaa.. Baiknya mereka, mengorbankan jam tidur siang mereka untuk latihan penampilan bersama saya di Rabu ini. Saya menampilkan gerakan Tari Saman sederhana. Hari ini kami tampil.

Penampilan hari ini sangat sempurna. Salah satu murid saya bernama Andres selalu membuat kelucuan, bahkan di panggung sekalipun. Tak disangka, lagu 'Laksmana Raja Di Laut' yang di-burn oleh Carrie adalah lagu dengan durasi yang lebih panjang, jadi kami sedikit stuck pada gerakan. Tapi secara kesuluruhan, kami sangat memukau. Sangat tradisional.

Berikut adalah foto-foto kami:





Hari ini saya puas-tidak puas dengan kelas saya. Saya tidak tahu kenapa. Saya agak sedikit kurang sreg dengan kelas level high. Walaupun mereka sangat cerdas, tapi entah kenapa, bagi saya mereka tidak cocok dengan saya. Mungkin saya terlalu mengagung-agungkan mereka sehingga saya berkespektasi lebih kepada mereka yang nyatanya malah mereka hanya biasa-biasa saja.

Di kelas pertama, yaitu kelas 4, saya mengajarkan materi mengenai Birthday Party. Pada worksheet sejenis teka-teki, mereka kurang bisa mengerjakan soal-soal. Mereka hanya menemukan beberapa kata saja. Tapi tak akapalh.. Tidak terlalu buruk. Dan pada bagian missing lyric, mereka sama sekali tidak menangkap katanya. Mungkin terlalu cepat. Sehingga pada bagian ini, saya hanya menunjukkan videonya bersama liriknya di depan kelas agar mereka bisa mengikuti. Yaa. Cukup, bagi saya.

Pada kelas kedua, yaitu kelas 6, saya berasa ingin sekali menyapa "Selamat pagi wahai murid-muridku yang cerdas-cerdas". Karena sebagian dari mereka adalah anak-anak saya yang saya ajarkan menari Saman. Tapi ternyata tidak seindah yang saya bayangkan. Sebagian dari mereka sama sekali tidak bisa menangkap apa yang saya ajarkan dan tidak memeprhatikan. Mereka cerdas dan cepat merespon, tapi saat diberi soal, tidak semua dari mereka dapat mengerti.

Saya mengajarkan kepada mereka mengenai New Year. Saya kenalkan beberapa vocabulary, dan dilanjut dengan teka-teki. Kali ini saya tidak memberikan kata-katanya. Mereka harus bisa menghapal dan tahu bagaimana mengeja kata-kata tersebut. Cukup berhasil, yaa karena mereka sudah pintar. Dan dilanjut dengan missing lyric. Tidak terlalu bagus menurut saya, karena speaker di kelas ini memang tidak terlalu bagus. Oleh karena itu, saya berinisiatif untuk menyanyikannnya. Akhirnya berhasil. mereka bisa menebak dengan baik. Oke. Secara keseluruhan, semua baik walaupun tidak seseru kelas-kelas sebelumnya. Entah kenapa, bagi saya, kelas yang terbaik adalah kelas berlevel medium. Mungkin karena kelas tersebut adalah kelas pertama yang saya ajarkan, sehingga saya masih merasa sangat excited ketika mengajar. Tidak seperti sekarang, yang saya sudah tahu kelemahan dan keburukan mereka di luar kelas. Saya harap saya bisa menjadi guru yang baik, anyway :)

Exchange-Life Experience #33 #34

Senin, 2 Januari 2012
Hari pertama mengajar di awal tahun 2012. Minggu ini saya mulai mengajar kelas level high. Saya sangat penasaran, akan seperti apa hari-hari saya nanti di kelas level high. Saya tidak pernah berharap yang lebih-lebih untuk apapun, tapi saya harap, mereka akan lebih baik dan lebih seru dari kelas level low.

Hari Senin adalah jadwal saya mengajar di tingkat tiga. Hari ini saya mengajar materi dengan judul Classroom Things. Saya memainkan game di power point mengenai barang-barang yang ada di dalam kelas. Mereka harus spin the wheel untuk mendapat angka dan menebak benda. Seru. Permainan ini dilanjut dengan teka-teki yang harus mereka isi di selembar kertas. Pada awalnya, saya menyuruh mereka untuk menemukan kata-kata yang tersembunyi di dalam tumbukan kata. Tapi itu terlalu sulit untuk mereka. Jadi saya hanya menyuruh mereka untuk menebak gambar dan memindahkan huruf yang benar ke dalam box kosong yang harus mereka isi. Hmm.. Yaa, setidaknya mereka bisa berlatih. Untuk membuat kelas semakin hidup, saya pun mengeluarkan lagu dan juga video. Yang pertama yaitu lagu rain-rain go away. Mereka sudah hapal. Tapi yang mereka tahu yaitu 'little Johny', maka dari itu saya selipkan materi 'Family' di dalam lagu rain-rain go away. Mengasyikan!

Di kelas level high ini, saya tidak perlu banyak beracting karena mereka sudah cukup pintar untuk menebak. Mereka pintar. Ketika saya seleseai mengajar, sang guru, Rachel, yang sedari tadi mengobrol dengan mantan guru Bahasa Inggris di sekolah ini, Maggy, berbincang-bincang dan Maggy memuji saya. Entah tulus atau tidak, tapi saya senang mendengarnya. Saya tidak tahu apa yang telah mereka perbincangkan, tapi saya setidaknya merasa lega dengan pujian itu.


Ada yang spesial pada malam Senin ini. Malam ini 'dia' memulai percakapan di Skype. Ada sedikit rasa 'sesuatu'. Hmm.. Mungkin perasaan saya saja yang terlalu berlebihan. Saya sadari itu. Mungkin maksud dia adalah sangat normal. Dia hanya ingin menyampaikan sesuatu yang memang seharusnya disampaikan. Berita mengenai rencana kita setelah projek kita selesai adalah hal yang sangat penting. Karena kita memang harus melakukan banyak persiapan jika kita tidak ingin menghamburkan banyak uang dengan menyewa tempat tinggal yang mahal atau pergi kesana-kemari tanpa perkiraan keuangan. Ya. Dan malam ini, saya dan dia banyak berbicara mengenai rencana kita tersebut. Kita berdua mengobrol lama sekali. Berjam-jam, saya rasa. Karena pada malam itu, saya mendownload film Sherlock Holmes dan Whats Your Number, dan saya tadinya ingin menontonnya semua film, tapi tidak sempat karena terlalu lama mengobrol. Malam itu, saya hanya sempat menonton Sherlock Holmes. Dan percakapan pun diakhiri dengan adegan kurang menyenangkan. Mungkin dia tersinggung karena saya tertawa terlalu berlebihan sehingga dia seperti menghindar dengan alasan dia sedang Skype dengan keluarganya. Tapi tak apalah. Saya tetap bahagia :)


Selasa, 3 Januari 2012
Tidak ada jadwal hari ini. Saya isi hari saya di kantor dengan menonton film yang sudah saya download hari kemarin yaitu "Whats Your Number". Saya menonton sampai pukul 10an. Saat saya hendak menyiapkan materi untuk mengajar besok, saya baru sadar bahwa saya lupa membawa flashdisk saya. Oleh karena itu, saya hanya bersenang-senang di depan laptop sampai lunch selesai, karena dari situ saya bisa kembali ke asrama untuk solat dan juga sekalian mengambil flashdisk saya.

Sehabis shalat dzuhur, saya isi waktu saya dengan menyiapkan materi untuk tingkat 4 dan 6 di hari Rabu. Saya juga mempertajam latihan Tari Saman sederhana untuk Rabu besok. Yaa.. Rabu akan menjadi hari yang padat untuk saya.

Malam harinya, karena saya sudah tahu situs untuk mendownload banyak film bagus, saya sempatkan untuk mendownload banyak sekali film. Saya mendownload beberapa episod dar glee dan semacamnya. Ya! Puas sekali. Saya siap menjalani hari esok dengan gembira! :)

Monday, 2 January 2012

The First Day of 2012

Minggu, 1 Januari 2012
Tanggal yang cantik, tapi tidak secantik kegiatan saya hari ini. Seperti beruang di musim gugur. Hanya bisa tidur. Menghabiskan waktu untuk berhibernasi dan bermalas-malasan. Kita berempat bangun telat meskipun Anh meski berangkat ke Shulin untuk beribadah di gerejanya. Siang hari pun yang kami lakukan hanya bermalas-malasan. Kami pergi ke super market untuk belanja cemilan, dan kami mengunyah tanpa henti sepanjang siang.

Sepanjang sore, saya sempatkan untuk tidur, namun seperti biasa, kedua teman saya yang memang selalu kesulitan mendapatkan jaringan internet di tempat asal mereka, mereka sangat memanfaatkan jaringan internet yang ada di asrama saya. Mereka tidak berhenti online.

Malam harinya, ada sedikit perbincangan serius antara saya dan teman saya, Aghnia. Dia memulai pembicaraan mengenai kehidupan, dan saya pun teringat akan almarhum nenek saya tersayang. Saya hiasi malam itu untuk mengingat beliau sebelum tidur. Saya pun berdoa semoga esok dan seterusnya di hari-hari saya di tahun yang baru ini akan selalu menjadi lebih baik. Amin.

Night of the New Year's Eve at Taipei 101

Sabtu, 31 Desember 2011
Malam ini akan menjadi malam yang sangat spesial. Kedua teman saya, Yessy dan Aghnia akan menginap kembali di asrama saya dan kita berempat bersama Anh akan merayakan malam tahun baruan bersama di Taipei 101 untuk menyaksikan pesta kembang api. Awalnya kami masih ragu untuk pergi berempat atau bergabung bersama anak-anak Aiesec di acara Count Down Party by Aiesec. Tapi akhirnya kami putuskan untuk pergi berempat saja.

Inilah penampilan mengagumkan dari sang kembang api di Taipei 101. Saya rekam dengan menggunakan kamera saya: http://www.youtube.com/watch?v=Y9t35cBrfCM&context=C3dc162fADOEgsToPDskKRUiBfuSKtRhwaAU-utwz0









Kedua teman saya tiba di asrama sekitar pukul 10 pagi dan saya masih tidur. Akhirnya mereka tiba di asrama, dan beres-beres sampai jam 3 sore dan saya sempatkan tidur siang sampai jam 4 sore. Jam 5 sore, kita makan dinner, dan sekitar jam 6 sore kita berangkat menuju stasiun menuju Taipei City Hall.

Tidak menyangka stasiun akan sepadat itu. Kami pun akhirnya tiba di Taipei City Hall. Kami terbelanga melihat keindahan kota. Dan mata kami pun semakin berkaca-kaca ketika melihat kemewahan gedung Taipei 101. Sangat gemerlap.

Terima kasih atas malam tahun baru yang sangat megah! =)

Modern Toilet Restaurant - Taipei #30








Jumat, 30 Desember 2011
Tidak seperti biasa yang selalu saya isi hari Jumat saya dengan melakukan hal-hal menyenangkan seperti online atau mengedit foto, hari Jumat ini saya isi dengan menulis dan menulis. Saya menceritakan pengalaman saya mengenai mental dan perilaku buruk yang saya alami di kelas Candy pada Kamis lalu. Saya tumpahkan seluruh ide saya ke blog. Selain itu, saya juga membuat artikel mengenai Pempek Artra, pempek milik sahabat saya. Kedua artikel itu cukup menguras tenaga dan menghabiskan banyak waktu. Tapi saya senang sekali mengerjakannya. Artikel pertama saya kerjakan karena pengalaman tersebut sangat memiliki arti kehidupan tersendiri untuk saya sebagai seorang guru. Artikel kedua saya tulis karena saya sangat menyukai produk pempek sahabat saya ini. Dan saya tidak menyangka jika hasil dari artikel kuliner deskripsi saya itu bisa membuat sahabat saya (Ayu) ini terharu. Lucu.

Malamnya, saya ditawari untuk datang ke acara Aiesec untuk sekedar jalan-jalan. Awalnya saya ragu. Karena kebetulan pada saat itu, teman sekamar saya Chui Nee juga mengajak saya keluar. Tapi akhirnya keputusan pun jatuh kepada acara yang diselenggarakan Aiesec. Ternyata, teman saya Chui Nee pun mengikuti acara Aiesec tersebut.

Awalnya acara Aiesec ini yang saya tahu adalah menuju ke pasar malam di sekitar tempat yang kurang terkenal. Namun ternyata mereka mengubah rencana mereka menjadi acara jalan-jalan di Ximen. Mereka mengubah rencana karena ada tiga bule sebagai EP di TPLC juga yang ingin mengetahui beragam keunikan yang dimiliki Taiwan. Oleh karena itu mereka mengubah acara ke makan-makan di Modern Toilet Restaurant.

Setelah mengetahui bahwa kita berangkat menuju restoran tersebut, hati saya sangat gembira sekali. Karena sudah sejak lama saya ingin sekali pergi ke tempat itu, tapi saya tidak tahu letak persis tempatnya. Dan satu hal yang saya suka adalah selama sepanjang perjalanan dan sepanjang acara, saya bisa dengan leluasanya akrab dengan anggota lain, bahkan dengan bulenya sekalipun. Yaa.. Karena tidak ada si kelompok menyebalkan pada saat itu. Sehingga, malam jumat saya menjadi benar-benar mengagumkan.

Saat memasuki restoran unik tersebut, saya sangat terkagum-kagum karena kecerdasan konsepnya. Semua serba toilet. Menjijikan tapi unik. Ekslusif.

Kita dipersilakan duduk di atas toilet. Tapi tenang saja. Meskipun itu adalah toilet sungguhan, tapi toilet ini bersih dan sudah dimodifikasi menjadi bentu yang sangat cantik seperti vas bunga dengan beragam aneka pernak-pernik di dalam kaca penutup toiletnya. Selain itu, mejanya pun bukan meja sembarangan. Bathtub yang biasa kita gunakan untuk berendam adalah meja makan kita. Ruangan pun menjadi berasa seperti di dalam toilet dengan gagang shower, keramik dan juga lampu redup yang menghiasi dinding-dinding ruangan. Lucu, bukan?

Taraaaaa! Bagian terpenting yang paling ditunggu-tunggu adalah makanannya! Ya! Semua makanan diwadahkan dalam wadah-wadah yang piring dan gelasnya menyerupai toilet untuk buang air besar dan juga untuk buang air kecil. Selain itu, washtafel dan bathtub mini pun dijadikan wadah untuk makanan-makanan ringan. Nafsu makan menjadi semakin sungkan setelah melihat bentuk makanan atau penampilan makanannya yang juga dibuat sedemikian rupi sehingga menyerupai kotoran manusia. Sehingga wadah dan makanannya menjadi terlihat sangat serasi. Hahaha.

TOP untuk pencetus ide toilet restoran ini! Mungkin suatu saat akan saya implementasikan ide ini di kota asal saya!