
Nah, ini dia para pesertanya:
Sarwan (41 thn) Surabaya – Office Boy
Membuat orang lain tertawa dengan kepolosannya adalah keahlian lain yang dimiliki pria berusia 40 tahun ini selain memasak. Mulai belajar memasak sejak tinggal sendiri sebagai anak kost, pria yanng sehari-hari berprofesi sebagai office boy ini mengikuti MasterChef Indonesia untuk dapat mengubah nasib. Sarwan terbiasa memasak untuk rekan-rekannya di kantor, biasanya mereka akan mengumpulkan sejumlah uang dan memberikannya ke Sarwan untuk membeli bahan masakan. Laki-laki yang baru saja menikah ini mengaku bahwa masakan Indonesia adalah keahlian utamanya. Terbiasa dengan bahan seadanya, ia percaya bahwa kemampuannya berkreasi dengan bahan terbatas dapat menjadi salah satu keunggulan yang tidak dimiliki oleh kontestan lain.Tata (28 thn) Jakarta - Wiraswasta
Wanita bernama lengkap Duhita Cynthia Arsani ini merasakan ketertarikan terhadap dunia memasak semenjak Tata kecil tinggal bersama sang Eyang yang hobi dan ahli memasak. Selalu merasa tertantang dengan hal-hal baru, memasak kemudian menjadi salah satu hal yang ia eksplorasi. Single mother dari seorang putra berusia 6 tahun ini adalah seseorang yang tidak mudah menyerah dan sangat menikmati apapun yang ia kerjakan bersama sang anak. Membuka suatu usaha dengan sang Ibu, Tata rela meninggalkan usaha tersebut dan mengejar impiannya untuk dapat membuka sebuah restoran serta menjadi seorang MasterChef melalui kompetisi ini. Selain itu, tinggal jauh dari putra kesayangannya selama masa karantina pun menjadi salah satu pengorbanan yang siap ia lakukan.Rahmi (22 thn) Padang - Mahasiswi
Kontestan asal Padang ini merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Kuliah yang mengharuskannya tinggal seorang diri di Bandung membuat Ami, nama panggilannya, semakin kreatif dalam memanfaatkan bahan makanan yang ada. Hal yang sama ia lakukan pada saat audisi MasterChef di Bandung. Dengan bahan makanan yang terbatas, Ami berusaha membuat sebuah kreasi baru yang akhirnya berhasil mengantarkan ia sampai di Gallery Kitchen MasterChef.Kevin (18 thn) Jakarta - Pelajar
Tiga kata paling tepat untuk menggambarkan Kevin ialah cheerful, ambisius dan talkative. Cita-citanya untuk menjadi seorang billionaire mendorong ia mencoba banyak hal yang berhubungan dengan bisnis. Pertemuannya dengan dunia masak dimulai saat ia mencoba membuat chocolate chips cookies untuk dijual. Mendapatkan respon yang sangat positif, Kevin pun kemudian mempelajari banyak ragam masakan secara otodidak. Keluarga, buku, televisi dan internet menjadi guru terbaik guna mengembangkan kemampuannya.Marcella (29 thn) Bogor – Pengusaha Aksesoris
Pancake yang gosong adalah karya pertamanya dengan sepupu-sepupu. Kala itu ia masih SD dan belum mengerti betul tentang teknik memasak. Masakan kedua yang ia buat lebih kompleks yaitu somay. Kontestan yang akrab dipanggil Cella ini tidak akan ada habisnya menceritakan tentang hasrat dan passionnya terhadap memasak. Buat Cella, memasak adalah art, bagian dari hidup yang harus ia lakukan sestiap hari. Ia tidak pernah bosan mencari hal-hal baru untuk diolah dan selalu merasa tertantang untuk membuat orang lain menyukai makanannya.Fero (25 thn) Toli Toli – Desainer Interior
Wanita bernama lengkap Feronica Ang ini memiliki seorang Ibu dan kakak perempuan yang gemar memasak. Buat Fero, masakan sang Ibu adalah yang terbaik. Apapun yang beliau masak bisa terasa enak dan tidak membosankan. Hal ini kemudian mendorong Fero untuk juga mencintai masak memasak. Sarjana Desain Interior ini telah lama menjadi penggemar reality kompetisi MasterChef versi US dan Australia. Karena itu ia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk dapat menjadi bagian dari kompetisi ini saat melihat informasi tentang audisi MasterChef. Makanan yang ia bua pun tidak main-main, Fero terbiasa memasak beragam macam makanan dari culture dengan rasa yang berbeda-beda. Memasak adalah passion yang serius ia pelajari dan selalu menimbulkan sensasi bahagia di dirinya.Dudy (59 thn) Surabaya – Direktur
Menjadi anak ke empat dari 12 bersaudara memberi banyak keuntungan untuk kakek dari 5 orang cucu ini. Besarnya jumlah keluarga Pak Dudy membuat sang Ibu harus meminta bantuan anak-anaknya saat memasak dan disitulah Pak Dudy mulai mengenal dan mencintai dunia kuliner. Meskipun sudah tergolong berumur, pak Dudy tidak pernah mengubur mimpinya untuk memiliki restoran dan menjadi terkenal karena masakan buatannya. Spesialisasi Pak Dudy adalah makanan jawa dan peranakan melayu. Begitu banyak kreasi masakan sudah ia ciptakan dan ia ajarkan kepada anak serta menantu.Agus (25 thn) Banjarmasin - Guru
Kebiasaannya membantu sang Ibu berjualan di warung kala kecil dulu membuahkan kemampuan masak yang sekarang ia miliki. Pria asal Banjarmasin ini kemudian belajar memasak secara otodidak dan berhasil mempelajari berbagai macam menu di dapur rumah nya sendiri. Berprofesi sebagai guru dan secara khusus dating dari Banjarmasin ke Surabaya demi mengikuti audisi MasterChef Indonesia, Agus memang sangat percaya diri dengan kemampuan, pengetahuan serta teknik memasak yang ia punya.Albie (36 thn) Bandung – Manager Mini Market
Ayah dari 2 anak ini merasa mendapatkan kemampuan memasaknya dari sang Ibu. Ia telah menyukai segala hal berbau memasak sejak kelas 3 SD namun baru merasa bisa mengolah bahan saat duduk di bangku SMA. Melakukan berbagai percobaan dalam meracik bumbu dan bahan menjadi salah satu kegemarannya untuk mengasah kemampuan memasak tersebut. Hobinya membaca buku resep pun menjadi salah satu senjata andalan dalam kompetisi reality MasterChef ini, karena membuat ia menguasai beragam jenis masakan yang berbeda.Teguh (38 thn) Surabaya - Pengrajin
Pria asal Surabaya ini selalu terlihat tenang dan tidak banyak bicara. Keahliannya dalam membuat handicraft telah membawanya menjadi seorang eksporter handicraft yang sukses. Usaha handicraft yang telah ia tekuni sejak tahun 1996 ini belum pernah sekalipun ia tinggalkan dalam waktu yang lama. Akan tetapi semangat kompetisinya langsung terpacu saat ia mengetahui adanya program MasterChef Indonesia. Hal itu terjadi karena memasak adalah salah satu hal yang juga ia kuasai selain membuat handicraft.Niken (57 thn) Jakarta – Konsultan Perusahaan
Tumbuh dewasa di lingkungan keluarga yang suka makan dan memasak membuat Ibu Niken secara mudah mendapatkan kecintaannya terhadap dunia kuliner. Anak dan sang suami adalah penggemar tetap semua masakan yang ia buat. Masakan Indonesia menjadi salah satu keahlian yang ia banggakan, menurutnya kompleksitas bahan dan teknik memasak pada masakan Indonesia membuatnya tidak mudah untuk dikuasai. Ibu dari Sabrina yang masih berusia 1 tahun 7 bulan ini awalnya merasa sangat berat untuk berada di karantina selama mengikuti kompetisi karena ia belum pernah sekali pun meninggalkan sang putri. Namun dukungan dari sang suami dan keinginan untuk membanggakan almarhumah anak pertamanya yang menyukai semua masakannya kemudian menjadi motivasi tersendiri.Inggrid (32 thn) Jakarta – Wedding Organizer
Di masa anak-anak, Inggrid tidak bisa memasak sama sekali. Pengalaman harus hidup seorang diri di Malaysia saat kuliah S1 lah yang kemudian mau tak mau membuatnya harus memasak. Dari sebuah keharusan, memasak kemudian menjadi hal yang ia sukai dan kuasai dengan baik. Tinggal di Belanda dengan sang Suami kemudian menambah kemampuannya dalam memasak karena Inggrid selalu memasak berbagai macam makanan khas Indonesia untuk mengobati rasa rindu tanah air. Dimulai dari memasak untuknya dan suami, masakannya kemudian juga disukai oleh sesama WNI yang tinggal di Belanda saat itu.Priscil (22 thn) Bandung – Model
Bercita-cita untuk bisa kuliah di Le Cordon Bleu suatu hari nanti, Priscil mendapatkan kecintaannya akan dunia kuliner melalui sang Ibu dan Nenek. Ia dikelilingi oleh keluarga yang tidak hanya suka memasak tapi juga merasakan makanan enak yang selalu berbeda. Dalam setiap pertemuan keluarga, Priscil biasanya mendapatkan tugas untuk memasak satu jenis masakan tertentu untuk dihidangkan. Selain bertanya pada sang Ibu, resep-resep unik Priscil dapatkan dari kreasi dan keberaniannya dalam menciptakan hal-hal baru. Jika sedang tidak memasak, hal lain yang ia suka lakukan adalah merias orang lain.Hilman (38 thn) Bandung - Wiraswasta
Mendapatkan pujian dari seseorang yang merasakannya masakannya merupakan hal menyenangkan untuk pria yang biasa dipanggil Iman ini. Dengan kedua orang tua yang suka memasak, Hilman sangat mudah belajar memasak sejak masih kecil. Masakan pertama yang ia buat adalah telur goring saat masih duduk di bangku SD dulu. Hilman adalah seorang pribadi tertutup yang tidak mudah dipengaruhi. Jika berada pada sebuah grup, maka ia lebih baik menjadi pendengar yang baik ketimbang harus ikut meramaikan pembicaraan dengan pendapatnya.Hendry (31 thn) Lampung – Guru Privat
Sejak umur 9 tahun pria yang menyukai gaya hidup sehat ini sudah suka memasak. Ia sangat percaya diri dengan kemampuan memasak yang ia miliki. Meskipun tinggal di kota kecil di Lampung,, hasrat Hendry untuk terus mengembangkan kemampuan memasaknya tidak pernah berhenti. Hampir semua jenis makanan telah ia coba buat. Kalaupun memang ada kendala yang ia alami ialah karena terbatasnya bumbu dan bahan-bahan yang tersedia. Membuat bangga sang Mama yang menjadi inspirasi serta guru memasak Hendry adalah motivasinya yang terkuat untuk memenangkan MasterChef Indonesia.Aditya (26 thn) Jakarta - Wiraswasta
Menjalani hidup apa adanya adalah motto dari pria kelahiran Jakarta 26 tahun yang lalu ini. Pria yang terkesan santai ini memiliki dua cinta dalam hidupnya yaitu memasak dan olahraga parkour. Dua hal ini tidak bisa dilepaskan karena telah menjadi bagian penting dari dirinya. Ia adalah salah satu pendiri komunitas Parkour di Indonesia. Saking cintanya ia pada olahraga tersebut, ia juga menjalin persahabatan dengan Mathew Campbell (penemu parkour) dan telah menganggapnya menggantikan figure ayah.Sasha (37 thn) Jakarta - Insinyur
Pakaiannya yang selalu hitam atau berwarna gelap membuat ahli IT ini selalu stand out di antara kerumunan kontestan. Gayanya yang ceplas ceplos juga membuat orang banyak tidak percaya bahwa ia suka memasak. Aslinya, Sasha Ali yang mendapatkan kegemaran memasak dari sang Ibu yang pernah memiliki kantin ini sangat suka makan dan memasak. Kepribadiannya pun terbuka dan penuh optimisme, jauh dari kesan gelap yang terpancar dari warna pakaiannya.Lucky (26 thn) Malang – Pengusaha Furniture
Pertama kali melihat neneknya sedang memasak dan langsung tertarik, namun sang Mama lah yang kemudian berjasa mengajarkan Lucky banyak hal tentang masak memasak. Laki-laki penggemar sop buntutm sambal gorenag ati dan kerupuk kulit ayam ini belajar memasak berbagai macam makanan yang ia sukai karena sempat menetap di luar negri. Selama di negri orang, Lucky belajar memasak secara otodidak demi memuaskan keinginannya memakan makanan kegemarannya tersebut. Dalam keluarga, selain berperan sebagai seorang ayah dan suami, Lucky juga berperan sebagai seorang Chef yang menyiapkan makanan untuk anak dan istrinya.
Santiana (27 thn) Yogyakarta – Sales Komputer
Allen (33 thn) Surabaya – Kontraktor
Berbagai macam pekerjaan telah dicoba oleh wanita berusia 33 tahun ini sebelum menjadi kontraktor. Akan tetapi jauh di dasar hatinya, ia tahu bahwa ia selalu suka berada di dapur dan memasak. Dibesarkan oleh nenek, ayah dan ibu yang suka memasak, Allen dengan mudah mempelajari berbagai jenis makanan terutama makanan khas pulau Jawa. Keahlian itulah yang membuatnya yakin bahwa ia pantas berada di Gallery Kitchen MasterChef. Kepribadiannya yang hangat membuat orang lain mudah merasa nyaman dan berbagi cerita dengan Allen. Dari sekian banyak cerita yang ia dengarkan, Allen selalu berusaha untuk tidak lupa mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain tersebut.

